Showing posts with label Berkebun. Show all posts
Showing posts with label Berkebun. Show all posts

Feb 24, 2012

Labu Siem



Budidaya Labu


Labu ini disebut juga waluh siem, labu jepan, atau labu jipang. Tanamannya tumbuh merambat ke para-para. Buahnya agak lebih besar dari kepalan tangan. Berbentuk membulat ke bawah. Ada alur pada kulit luar yang agak mirip dengan pembagian ruang dalam buah. Kulit bertonjolan tidak teratur. Kulit buah tipis dengan daging yang tebal. Bila dikupas kandungan getahnya keluar. Oleh karena itu, perlu direndam sebentar dalam air sebelum dimasak. Ada juga yang merebus labu siam muda langsung beserta kulitnya untuk dijadikan lalap.
Manfaat :
Untuk sayuran dan lalapan.
Syarat Tumbuh :
Tanaman labu tergolong mudah ditanam. Tak heran bila wilayah tanamnya menyebar di berbagai belahan dunia, dari daerah beriklim tropis sampai subtropis. Dataran tinggi berhawa dingin maupun dataran rendah berhawa panas cocok ditanami labu. Labu siam tumbuh dengan baik pada ketinggian 200-1.000 m dpl. Adaptasi labu terhadap perilaku cuaca juga sangat baik. Labu tak hanya mampu berantisipasi terhadap kurangnya air di musim kemarau, melainkan juga terhadap kelebihan air di musim hujan. Labu akan tumbuh optimal pada tanah yang kering, berdrainase dan aerasi baik, gembur, serta kaya bahan organik. Tanah yang cenderung asam dengan pH 5-6,5 justru disukainya. Untuk rata-rata lahan di Indonesia yang berkecenderungan asam, proses pengapuran untuk menaikkan pH bisa diabaikan.
Benih: Labu dikembangbiakkan lewat biji. Untuk labu siam dapat diperoleh bijinya dengan memetik buah yang sudah tua benar. Kemudian diperam di tempat yang lembap hingga keluar tunasnya. Kebutuhan benih untuk labu siam 650 biji/ha, Penanaman Tanah yang sudah diolah dengan pencangkulan 2 kali hingga gembur diberi pupuk kandang. Pupuk kandang sebaiknya ditaruh sekitar lubang tanam. Tanah tak perlu dibedeng atau gulud. Akan tetapi, perlu dibuat parit pengairan sederhana dengan menggali parit kecil di sekeliling lahan dan di antara beberapa baris tanaman. Lubang penanaman dibuat dengan tugal. Masukkan 2-3 biji benih ke dalam lubang. Labu siam yang ditanam dengan para-para menggunakan jarak tanam 4 x 4 m dengan lubang tanamnya harus besar. Pada lubang tanam dimasukkan buah labu siam tua yang sudah bertunas. Tutupi buah dengan tanah dan pelihara tunasnya agar tumbuh dengan baik.

Pemeliharaan :
Sebelum tanaman labu tumbuh merambat atau menjalar, tindakan penyiangan harus sering dilakukan. Tanah yang belum tertutup seluruhnya gampang sekali ditumbuhi oleh rumput-rumput liar. Tanah di sekitar batang utama tanaman perlu juga ditinggikan. Caranya tarik tanah ke dekat batang tanaman sehingga pada pokok tanaman tanah menjadi lebih tinggi. Setelah tanaman keluar sulur-sulurnya kita perlu membuat parapara . Para-para dibuat dari bambu yang dibelah 2. Tancapkan bambu di sekitar pokok batang. Tinggi bambu dari permukaan tanah sekitar 1,5 m. Jadi bambu dipotong lebih dari itu agar bisa ditancapkan ke dalam tanah dengan kuat. Masing-masing bambu yang dijadikan tiang rambatan disambung dengan bambu lain di bagian atasnya. Jadi, dari atas para-para terlihat seperti kotak-kotak yang saling bersambung. Tambahkan bambu-bambu lagi dalam posisi melintang dan membujur agar bidang kotak menjadi sekitar 30 x 30 cm atau 50 x 50 cm. Pengecilan bidang kotak pada atap para-para dimaksudkan agar buah labu siam dapat tumbuh sempurna dan mudah dipetik. Agar sambungannya kuat lakukan pengikatan atau pemakuan. Para-para harus dibuat sekuat mungkin karena nantinya akan menyangga buahnya yang berat. Pemangkasan pada labu dilakukan saat tanaman berumur 3-6 minggu. Pemangkasan cabang diusahakan agar tunas menyebar dengan baik sehingga buah tumbuh merata dan banyak. Cabang tua yang tidak tumbuh memanjang lagi dipotong ujungnya agar bisa bertunas. Daun tua yang tidak produktif lagi juga dibuang. Pemupukan Kebutuhan pupuk kandang ialah 5 kg per lubang tanam. Selain itu tambahkan NPK sebanyak 100 g/lubang atau 60-100 kg/ha. Pemberiannya dilakukan pada awal penanaman. Pupuk ini dibenamkan dekat batang pokok.

Hama dan Penyakit :
Hama ulat grayak (Spodoptera litura) dapat menghabiskan daun labu. Tanda serangan bisa dilihat pada bekas gigitan yang sering hanya meninggalkan tulang daun saja. Serangan ulat dilakukan malam hari. Waktu siang hari ulat bersembunyi dalam tanah. Untuk pencegahannya, gulma di sekitar tanaman harus dibersihkan. Selain itu, lakukan penyemprotan sedini mungkin dengan Azodrin, dosisnya 2 cc/l, Kepik Leptoglossus australis menyerang buah labu. Bila hujan, bekas tusukan hama ini akan terkena air hujan sehingga mudah dimasuki oleh cendawan. Akibatnya buah menjadi lembek dan busuk. Bila menyerang daun, bagian tengah tanaman atau seluruhnya menjadi kering. Penyemprotan dengan Azodrin seperti dosis di atas juga mampu mengatasi serangan kepik. Lalat buah yang sering menyerang semangka adalah musuh tanaman labu juga. Bila telumya sudah masuk ke dalam buah maka buah sulit untuk dikonsumsi lagi. Pada belahan buah sering ditemui ulat-ulat kecil dari telur yang sudah menetas. Akibat lainnya, bila menyerang batang, bagian batang membengkak seperti bisul. Untuk mencegah serangan, kebersihan lahan harus dijaga. Selain itu, buah diberongsong dengan kertas, daun pisang, atau plastik. Adapun penyakit yang sering menyerang tanaman labu ialah penyakit layu. Penyebabnya ialah cendawan Fusarium sp. Bibit yang baru tumbuh dan tanaman yang masih muda mudah sekali terserang. Mula-mula ujung daun layu, kemudian mengerut, dan akhirnya kering. Bila tanaman yang terserang dalam areal masih sedikit, cabut tanaman tersebut dan musnahkan. Penyemprotan Benlate 2 g/l air ke tanaman serta di bekas tanah tempat tanaman terkena akan membantu kesehatan tanaman yang lain.

Panen dan Pasca Panen :
Labu siam dipanen pertama kali sekitar umur 4 bulan sesudah tanam. Labu siam dipotong tangkainya dengan pisau, tetapi jangan sampai jatuh. Kulitnya yang halus mudah lecet sehingga dapat mengurangi mutunya.

Pembahasan tentang:
budidaya waluh, budidaya labu siam, cara menanam labu siam, cara budidaya LABU, buah waluh pakan kenari, WALUH, hama tanaman labu, cara penanaman labu kuning, makalah tentang budidaya labu siam, cara penanaman labu, buah labu, teknik budidaya pada tanaman labu,teknik bertanam waluh, keunggulan batang tanaman labu, cara bertanam labu kuning, jarak tanam waluh, fungsi sayuran buat lovebird, gambar buah labu, teknis pembibitan ikan hias powerpoint,hama/penyakit labu kuning, makalah tentang labu kuning, menanam labu siam, penanaman waluh,menanam labu, cara menyajikan waluh kenari, buah berbentuk besar, buah labu siam, analisis kotoran lembuh dan kotoran kuda dijadikan pupuk sayur bayam, budi daya waloh, budi daya waluh siem,budidaya buah waluh, budidaya labu siam unggul, car mennanam labu siem, cara bercocok tanam labu

Menanam Sayuran



TANAM SAYUR /BMS/ Batam/ 09-04-09-62/ ekowsystem@yahoo.com

Pada mulanya bertanam sayur di pekarangan hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan halaman rumah yang tersisa, sehingga kegiatan ini banyak dikembangkan di pedesaan. Namun saat ini budaya bertanam sayuran di pekarangan ternyata juga disukai kalangan ibu rumah tangga di daerah perkotaan. Memang bukan untuk pemenuhan gizi keluarga yang jadi tujuan utama, melainkan lebih sekedar untuk menyalurkan hobi. Kegiatan ini cukup bermanfaat terutama jika kebutuhan rempah atau sayuran yang mendesak.Daerah perkotaan ada yang sama sekali tidak memiliki lahan pekarangan maka bertanam sayuran dapat dilakukan di dalam pot atau dilakukan secara vertikultur. Dalam pemanfaatan pekarangan menjadi taman sayura sapek budidaya dari tanaman tetap harus diperhatiakan. Dengan demikian tujuan dari pemanfaatan pekarangan berapa pun luasannya akan memberikan hasil yang optimal.
Kata Kunci: Optimalisasi, Pekarangan, Produktifitas


I.PENDAHULUAN
Pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Lahan ini jika dipelihara dengan baik akan memberikan lingkungan yang menarik nyaman dan sehat serta menyenangkan sehingga membuat kita betah tinggal di rumah.
Pekarangan rumah kita dapat kita manfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan kita. Misalnya dengan menanam tanaman produktif seperti tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan. Dengan menanam tanaman produktif di pekarangan akan memberi keuntungan ganda, salah satunya adalah kepuasan jasmani dan rohani (Anonim, 2009). Taman indah di sekitar rumah akan mampu membangkitkan semangat dan memberi inspirasi bagi yang memandang. Sebuah pepatah Cina kuno”Apabila ingin bahagia selama hidup, buatlah taman yang indah”.Pepatah ini ada benarnya mengingat arti penting taman dalam sebuah rumah tinggal (Supriati, dkk 2008).
Taman sayur merupakan contoh taman yang multifungsi. Di satu sisi tampilannya cukup memberikan kesan dan ketika dipanen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan (Supriati, dkk 2008). Bahkan jika jumlahnya cukup banyak bisa dijual yang akan memberikan keuntungan ekonomis. Martha Stewart juga melakukan usaha berkebun sayuran di pekarangan yang terdapat di belakang rumahnya di kawasan Bedford, Cantitoe Corners sejak tahun 2001. Stewart berpendapat yang dibutuhkan setiap hari adalah makanan, sehingga beliau tidak membuat taman bunga di pekarangan rumahnya (Stewart dalam LIVING, 2010).
Selain dari manfaat estetis dan produktif dari taman sayur ada manfaat lain yang bisa kita peroleh. Dengan taman sayur di pekarangan kita ikut mendukung gaya hidup hijau yang merupakan suatu usaha untuk mengatasi laju pemanasan global yang bisa kita mulai dari rumah kita (Anonim, 2010). Sebagaimana kita tahu tumbuhan pada siang hari berfotosintersis dengan mengambil CO2dari udara dan sebagai hasilnya tumbuhan melepaskan O2ke udara. Jadi dengan menanam sayuran di pekarangan rumah dapat mengurangi konsentrasi CO2yang semakin meningkatkan akibat emisi kendaraan bermotor yang lalu lalang di sekitar rumah kita. Dengan demikian kualitas udara di sekitar rumah kita menjadi lebih baik



II.PRODUKSI DAYURAN DI INDONESIA
Pada tahun 2002, konsumsi sayuran dan buah di Indonesia diperkirakan sekitar 59,2 kg/kapita/tahun. Bila dari konsumsi sayuran 15% di antaranya dibuang karena tidak diperlukan atau karena mengalami kerusakan, berarti konsumsi bersih dari sayuran tersebut hanya mencapai 47,5 kg/kapita/tahun atau sekitar 130,1g/kapita/hari. Angka ini masih di bawah standar internasional untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, yakni di atas 150 g /kapita/hari. Angka ini belum cukup baik bila dibandingkan dengan konsumsi rata-rata masyarakat Asia 220 g/kapita/hari dan dunia sebesar 240 g/kapita/hari (Redaksi Trubus, 2009).
Tabel 1. Produksi dan luas Lahan Beberapa Jenis Sayuran Komersial di Indonesia tahun 2002.



Jenis Sayuran
Luas panen (Ha)
Produksi (ton)
Bawang merah
Bawang Putih
Bawang daun
Kentang
Kubis
Petsai/Sawi
Wortel
Lobak
Kacang Merah
Kacang Panjang
Cabe
Tomat
Terung
Buncis
Mentimun
Labu siam
Kangkung
Bayam
78.615
7.051
37.475
55.942
1.088
58.909
43.787
17.210
26.516
145.084
44.674
53.344
24.854
46.764
7.107
28.928
31.425
75.815
643.463
58.219
364.914
859.948
15.098
1.276.816
500.805
258.980
63.536
684.184
702.624
315.199
214.518
549.064
105.050
204.387
147.231
516.960
Total
766.598
7.480.996
Sumber: Ditjen Bina Produksi Hortikultura, 2002
Melihat produksi sayur Indonesia pada tahun 2002 yang hampir mencapai 7,5 ton (lihat tabel.1) sementara konsumsi sayuran mencapai 47,5 kg/kapita/tahun diperlukan 9,8 ton sayuran untuk lebih dari 206juta penduduk Indonesia. Dengan demikian dapat diduga bahwa kontribusi sayuran non-komersil dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sayuran mencapai 2,3 juta ton (Redaksi Trubus, 2009).
Dari besarnya kontribusi yang diberikan oleh sayuran non-komersil tersebut dapat dipastikan bahwa usaha bertanam sayuran di halaman masih sangat diperlukan. Bagi masyarakat di pedesaan, bukan saja untuk memnuhi kebutuhan sendiri, melainkan juga untuk menambah penghasilan keluarga. Karena hasil panen dapat dijual ke pasar. Kegiatan bertanam sayur di pekarangan saat ini telah menjadi alternatif penyaluran hobi yang banyak dilakukan ibu rumah tangga di kota.



III.KLASIFIKASI AREA PEKARANGAN
Secara garis besar area atau daerah taman pekarangan pada umumnya dapat dibagi menjadi:
  1. Daerah umum (public area). Taman yang kita buat dimaksudkan pada area ini selain dilihat dan dinikmati oleh penghuni rumah juga oleh siapa saja yang lewat di depan atau disekitar rumah kita.
  2. Daerah kesibukan (service area). Taman yag kita buat pada area ini adalah untuk kesibukan penghuni rumah, misalnya tempat mencuci pakaian, mencuci piring atau lainnya. Pada area inipun dapat ditanam tanaman bumbu-bumbuan, sayur-sayuran atau tempat menanam tanaman obat-obatan. Begitu pula tempat anak-anak bermain. Biasanya daerah ini diletakkan dekat dapur, dengan maksud bila mau ambil tanaman bumbu pada saat sedang memasak mudah dan dekat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, jadi masakannya tidak menjadi hangus. Begitupula tempat anak-anak bermain diletakkan didaerah ini, dengan maksud ibu atau pembantu rumah tangga atau penghuni rumah yang lainnya sambil bekerja, setiap saat dapat mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Apalagi tiba-tiba ada anggota keluarga memerlukan tanaman obat-obatan, terutama pada malam hari dapat dengan mudah dan aman mengambilnya.
  3. Daerah pribadi (private area). Daerah ini kita buat taman yang khusus untuk pribadi, misalnya tempat ibu atau bapak menanam tanaman hobbinya tempat “bertukang”, melakukan penelitian yang paling hemat, aman, setiap saat dapat diamati. Daerah pribadi ini biasanya disediakan disamping rumah.
  4. Daerah famili (family area). Daerah ini dapat dibuat taman untuk kepentingan keluarga, atau tempat berolah raga, atau tempat keluarga berkumpul, camping dan lainnya. Jangan lupa memikirkan tempat anak-anak dikala remaja bersantai. Taman untuk keluarga ini diberi tempat yang strategis dipekarangan bila pekarangannya luas (Irwan, 2008).
IV.KEUNTUNGAN PEKARANGAN PRODUKTIF
Berbagai keuntungan diperoleh dengan memanfaatkan pekarangan menjadi produktif secara konseptual adalah sebagai berikut:
  1. Banyak yang tidak menyadari akan potensi pekarangan sebagai penghasil (tambahan), seperti bahan pangan atau bahan obat-obatan bahkan ternak untuk kebutuhan hidup sehari-hari dalam rangka hidup sehat, murah dan mudah.
  2. Pemanfaatan pekarangan merupakan bagian dari pembangunan hutan kota, guna lingkungan yang nyaman, sehat dan indah, sangat mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development), karena pemanfaatan pekarangan merupakan pelestarian ekosistem yang sangat baik.
  3. Jika setiap rumah mempunyai pekarangan yang indah serta terpelihara, sekaligus akan meningkatkan pembangunan hutan kota yang berbentuk menyebar dengan struktur yang berstrata akan meningkatkan kualitas lingkungan yang sejuk, sehat dan indah.
  4. Dengan membuat taman pekarangan, ini berarti akan dapat menyalurkan segala kreatifitas dan kesenangan ataupun hobi semua anggota keluarga.
  5. Unsur utama dalam pemanfaatan pekarangan adalah tanaman, apakah itu tanaman hortikultura, obat-obatan, bumbu-bumbuan, rempah-rempah dan lainnya.
  6. Pemanfaatan pekarangan dengan taman pekarangan yang konseptual akan memberikan kenyamanan serta dapat memenuhi kebutuhan jasmaniah dan rohaniah terutama anggota keluarga, maupun siapa saja yang lewat disekitar rumah kita.
  7. Pemanfaatan pekarangan mengandung nilai pendidikan khususnya dapat mendidik anggota keluarga cinta lingkungan, juga pekarangan dapat menjadi laboratorium hidup (Irwan, 2008; Ginting, 2010).
V. ERENCANAAN PEMANFAATAN PEKARANGAN
Berikut panduan perencanaan dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan:1. Persiapan Media Tanam
Tahap ini merupakan tahap awal dalam berkebun. Jika pekarangan luas lahan perlu dibersihkan dari tanaman liar. Upayakan pembersihan lahan tidak menggunakan bahan kimia karena residunya dalam tanah akan mengurangi produktivitas tanah.
Media tanam untuk bertanam sayur harus mengandung unsur-unsur mineral dan bahan organik. Bila tanah berwarna gelap dan gembur, kita hanya perlu memberikan pupuk tambahan pada saat penanaman. Sedangkan bila tanah berwarna agak terang, pucat, dan padat maka kita perlu mengolahnya secara intensif dengan mencangkul untuk mengemburkan tanah dilanjutkan dengan memberikan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk kimia (TSP, KCl, dan Urea) secara berimbang (Andhika, 2009).
Untuk lahan sempit penanaman dalam pot dan vertikultur dapat menjadi alternatif. Yang perlu dilakukan adalah memilih pot yang sesuai dengan karakterisitik tanaman, sehingga ukuran dan porositas pot perlu diperhatikan.



2. Menentukan Jenis Tanaman
Pilihlah jenis tanaman yang bermanfaat bagi keperluan rumah tangga baik untuk obat atau kesehatan (kunyit, jahe, temulawak, mengkudu) dan keperluan dapur (cabe, tomat, sereh, sayuran,) serta pelengkap gizi keluarga (pepaya , pisang , jeruk dan lain-lain). Upayakan menanam beragam jenis tanaman dengan maksud untuk mencegah adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman. Untuk tujuan estetika, pilihan tanaman yang memiliki figure menarik misalnya tanaman mengkudu yang memiliki bentuk daun yang lebar, tanaman kencur dengan bentuk daun yang unik dan sebagainya.
Jenis sayuran yang akan ditanam harus ditentukan sejak awal agar hasil panenyang diperoleh akan memuaskan.
Tabel 2. Beberapa jenis sayuran yang dapat ditanam di pekarangan
Jenis sayuran
Nama Lokal
Nama Latin
Tipe Tanaman
Sayuran Daun
Sayuran buah
Sayuran Bunga
Sayuran Umbi dan batang
Bayam
Beluntas
Kangkung
Katuk
Kemangi
Kol
Mangkokan
Melinjo
Pepaya
Sawi
Seledri
Bawang daun
Bawang kucai
Leunca
Buncis
Cabe Besar
Cabe Rawit
Gambas
Kacang Panjang
Kacang kapri
Labu siam
Leunca
Pare
Terung
Tomat
Mentimun
Kembang kol
Pepaya
Talas
Wortel

Amaranthus Sp.
Pluchea indica
Ipomea aquatica
Sauropus androgynus
Ocimus sanctum
Brassica oleraceae
Nothopanax Sp.
Gnetum gnemon
Carica papaya
Brassica juncea
Apium graveolens
Allium ascolonicum
Allium porrum
Salanum nigrum
Phaseolus vulgaris
Capsicum annum
Capsicum frustenscens
Luffa acutangula
Vigna sinensis
Pisum sativum
Sechium edule
Salanum nigrum
Momordica charantia
Salnum melongena
Solanum lycopersicum
Cucumis sativus
Brassica oleraceae
Carica papaya
Colocasia escilenta

Herba menahun/ semusim
Perdu tegak
Semak menjalar
Perdu tegak
Perdu tegak
Herba
Perdu
Pohon
Pohon
Herba
Herba
Herba merumpun
Herba merumpun
Perdu
Merambat
Herba tegak
Herba tegak
Merambat
Merambat
Perdu
Merambat
Perdu
Merambat
Perdu
Perdu merambat
Merambat
Herba
Pohon
Herba
Sember: Redaksi Trubus, 2009



4. Tata Letak Tanaman
Pada prinsipnya semua tanaman memerlukan sinar matahari yang cukup sepanjang hari. Tempatkan jenis-jenis yang berukuran kecil mulai dari bagian Timur dan tempatkan jenis tanaman yang berukuran besar seperti buah-buahan di bagian sebelah Barat. Hal ini dimaksudkan agar jenis tanaman yang besar tidak menaungi/menghalangi sinar matahari terhadap tanaman yang kecil. Demikian pula kerapatan dan populasi tanaman perlu diperhatikan karena mempengaruhi efisiensi penggunaan cahaya matahari serta persaingan antar tanaman dalam menggunakan air dan unsur hara. Aturlah tata letak sedemikian rupa yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan misalnya jangan sampai menghalangi jalan masuk, menghalangi pandangan, dan sebagian tanaman atau kotoran masuk ke areal kebun tetangga (Andhika, 2009) .



5. Pemeliharaan
Tahap pemeliharaan baik untuk lahan maupun tanaman merupakan hal yang harus selalu diperhatikan. Pemeliharaan tanaman meliputi beberapa aspek yang harus diperhatikan yaitu penyiangan, penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit.
Penyiangan dilakukan dengan membersihkan lahan dari rumput-rumput liar, bertujuan untuk mencegah kompetisi nutrisi tanaman dari tanah selain untuk kebersihan dan keindahan. Sisa-sisa tanaman dan rumput sebaiknya dikeringkan lalu dikubur ke dalam tanah karena dapat meningkatkan kesuburan tanah. Sisa tanaman dan serasah ini dapat juga diproses untuk dijadikan pupuk organik atau kompos.
Pemberian air dengan cara penyiraman secara kontinyu sangat penting terutama pada tanaman yang berumur muda dan baru tumbuh, untuk selanjutnya aktivitas penyiraman ini dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan lahan pekarangan apakah kekeringan atau basah (lembab). Salah satu upaya untuk mempertahankan ketersediaan air di lahan pekarangan adalah dengan membuat kolam (Andhika, 2009). Tetapi umumnya tanaman sayur disiram 1-2 kali per hari untuk tanaman sayur dalam pot.
Pemupukan bertujuan untuk memberikan suplai unsur hara tambahan pada tanaman. Sebaiknya bahan pupuk yang digunakan bersifat organik, misalnya pupuk organik cair , kompos dan pupuk kandang (Supriati, dkk., 2008).
Pengendalian hama penyakit lebih mudah dilakukan dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman sayur ini. Untuk tanaman di pot kemungkinan penularan penyakit melalui akar jarang terjadi karena akar diabatasi oleh pot. Pada lahan pekarangan yang sempit kita bisa mengendalikan hama dan penyakit secara manual sehingga penggunaan bahan kimia dapat dibatasi. Hal ini akan membuat sayuran yang dihasilkan dari pekarangan lebih sehat untuk dikonsumsi, karena merupakan sayuran organik (Prapanca, 2005).



6. Pemanenan
Sayuran perdu yang dipetik daunnya sudah dapat dipetik hasilnya pada umur 35 – 40 hari. Pemanenan dapat dilakukan dengan selang 3 – 4 hari. Namun berbeda denga bayam cabut dan kangkung darat dilakukan secara langsung dengan mencabut tanaman beserta akarnya. Jenis sayuran seperti kol, sawi, selada dipanen umur 2 – 3 bulan. Kacang-kacangan dipanen dengan melihat kondisi polong kacangnya. Cabe dan tomat dapat dipanen umur 45 – 50 hari setelah tanam. Labu siam dipanen antara 3 – 5 bulan setelah tanam. Tanaman yang tidak sekali panen jika pemeliharaannya baik dapat terus dipanen dalam waktu yang lama (Redaksi Trubus, 2009).
Tabel 3. Umur Panen pada Berbagai Jenis Sayur
Jenis Sayur
Umur Panen (bulan)
Tomat
Cabe
Terong
Bayam
Kangkung
Mentimun
Labu siam
Pare
Wortel
Seledri
Brokoli
Kol
Sawi
Pakchoi
Petsai
Selada
Bawang Daun
Kacang Panjang
Kacang buncis
Kacang kapri
2
4
4
1-1.5
3
2
3
2,5
3
2-3
1,5-5
3-4
2
2,5
2,5
2
2,5
2-2,5
2,5
3-4
Sumber: Supriati, 2009



VI.SIMPULAN
Pekarangan rumah berapa pun luasannya dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga akan meningkatkan produktivitasnya. Pekarangan yang ditanami dengan sayuran memberikan kontribusi yang cukup besar pada usaha mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Dalam pemanfaatan pekarangan dengan sayuran harus diperhatikan juga aspek budidaya dari sayuran yang ditanam.
,,alhamdulillah

Berkebun Kelapa



MENANAM KELAPA

(
Kelapa MATAG, Kelapa MAWA, Kelapa Sawit)
Bagi meningkat bekalan kelapa bagi kegunaan tempatan, Jabatan Pertanian mempromosi tanaman kelapa yang dikenali dengan nama kelapa MATAG, hasil daripada kacukan kelapa Rendah Malaya dengan kelapa Tinggi Tagnanan dari Filipina.
Macam-macam kelapa yang terdapat di Malaysia ialah : 
  1. Kelapa Tinggi Malaya (Malayan Tall )
  2. Kelapa Rendah Merah Malaya (Malayan Red Dwarf, MRD)
  3. Kelapa Rendah Kuning Malaya (Malayan Yellow Dwarf, MYD)
  4. Kelapa Rendah Hijau Malaya (Malayan Green Dwarf, MGD)
  5. Kelapa MAWA (Malayan Dwarf X West Afrcan Tall)
  6. Kelapa MATAG (MYD/MRD X Tagnanan Tall)
  7. Kelapa Tinggi Afrika Barat
  8. Kelapa Tinggi Tagnanan
  9. Kelapa Tinggi Rennel
  10. Kelapa Wangi (Aromatic Dwarf)
  11. Kelapa MAREN (MYD.MRD X Rennel Tall)
  12. Kelapa MAMA (MYD/MRD X Malayan Tall)
  13. Kelapa Sawit

  1. KELAPA TINGGI MALAYA
    Kelapa Tinggi Malaya ialah kelapa tinggi yang berasal dari Malaysia dan ditanam meluas di kawasan pantai. Jenis ini boleh hidup selama 80 hingga 90 tahun. Pokok bersaiz besar dan tinggi. Ketinggiannya boleh mencapai 15-18 meter. Kelapa jenis ini mempunyai pertumbuhan yang cergas serta dapat tumbuh dipelbagai jenis tanah. Buah bersaiz besar, berbentuk bulat, berbiku tiga, leper di bahagian bawah serta mengandungi air yang banyak. Ciri-ciri ini menjadikan ianya sesuai untuk dijual sebagai kelapa muda. Purata buah setandan ialah 3-5 biji.
  2. KELAPA MAWA
    Kelapa MAWA ialah kelapa hibrid yang dihasilkan daripada pendebungaan silang kelapa Rendah Malaya dan Kelapa Tinggi Afrika Barat. Ketinggian pokok boleh mencapai sehingga 15 meter. Warna daun, bunga dan buahnya sama ada hijau atau jingga pucat bergantung kepada pokok induk (Pokok Kelapa Rendah Malaya). Bilangan buah setandan ialah 14-16 biji.

    3. KELAPA RENDAH MALAYA
        Kelapa Rendah Malaya berasal dari Malaysia.  Terdapat tiga jenis Kelapa Rendah Malaya iaitu      kuning, merah dan hijau berdasarkan warna buahnya.  Kelapa Rendah Malaya merupakan pokok kelapa yang bersaiz kecil dan ketinggiannya boleh mencapai sehingga enam meter. Saiz buahnya kecil manakala bilangan buah setandan boleh mencapai sehingga 15 biji atau lebih. Pada masa ini pokok Kelapa Rendah Malaya tidak ditanam secara komersil dan hanya digunakan sebagai pokok hiasan dan pokok induk dalam pengeluaran benih hibrid kelapa seperti MAWA dan MATAG.
4. KELAPA WANGI (KELAPA PANDAN)
         Kelapa Wangi ialah kelapa jenis rendah yang diperkenalkan dari Thailand pada tahun 1971. Di Thailand kelapa ini dipanggil sebagai 'Makprow Nam Horm' dan di peringkat antarabangsa dikenali sebagai 'aromatic dwarf'. Keistimewaan kultivar kelapa wangi ialah isi dan buahnya berbau wangi pandan dan sesuai untuk diminum dan dimakan segar. Ketinggian pokok boleh mencapai 6 meter. Tandan dan buah berwarna hijau dan buahnya kecil berbentuk bulat berbiku tiga.

Penanaman kelapa ini boleh dijalankan secara kepadatan tinggi dengan jarak tanaman 6 m x 6 m. Ia mula mengeluarkan hasil apabila mencapai umur 3-4 tahun selepas ditanam di ladang. Ketika berumur 3 tahun pengeluarannnya hanya 40-50% dan mencapai 100% apabila berumur 4 tahun. Pokok kelapa wangi mengeluarkan 12-18 jambak bunga setahun. Purata bilangan buah setandan di antara 10-15 biji tetapi boleh berkurangan pada musim kemarau atau jika kawasan dibanjiri air. Setahun (tahun ke 13) ia boleh mengeluarkan 130-175 biji buah kelapa muda sepokok. Dalam satu hektar (208 pokok) jumlah pengeluaran boleh mencapai 36,000-49,000 buah kelapa muda setahun. Kandungan air bagi sebiji ialah lebih kurang 330 ml. Anak kelapa pokok wangi boleh dikenali melalui bau pandan pada hujung akar yang dihancurkan.

Melihat tandan buah-buah kelapa muda biasanya boleh dipetik pada umur 6-6 1/2 bulan selepas persenyawaan. Kaedah yang digunakan ialah dengan melihat tandan buah serta saiz buah kecil (T-2) dan pembentukan seludang (T-3) di atas tandan buah kecil tersebut. Tandan kelapa muda yang dipetik (T-1), tandan buah kelapa kecil (T-2) dan seludang (T-3) adalah selari atau terletak di atas satu sama lain.
A. Pengedar dan pembekal anak benih kelapa pandan :
Untuk tempahan sila hubungi Ketua Stesen,
Pusat Pembangunan Komoditi Telok Bharu
36400 Hutan Melintang, Perak
Tel: +605-6421100

Peringkat yang sesuai untuk kelapa botak
Di peringkat ini seludang (T-3) terbentuk penuh (70-90 cm) panjang tetapi belum memecah. Di bawah seludang ini terdapat tandan buah kecil (T-2) di mana saiz lilitan adalah diantara 18-24 cm atau sebesar bola tenis. Dengan ini tandan yang sebaris di bawah iaitu T-1 boleh dipetik untuk menghasilkan kelapa botak.
Peringkat yang sesuai untuk kelapa telur
Di peringkat ini seludang (t-3) telah pecah dan mengeluarkan mayangnya sebaris di bawah T-3 terdapat tandan buah kecil (T-2) di mana saiz lilitan adalah besar sedikit iaitu antara 22-26 cm, dengan ini tandan yang sebaris di bawah (T-2) iaitu (T-1) adalah tandan yang sesuai untuk menghasilkan kelapa telur.

*Benih kelapa ini boleh didapati daripada Pusat Pembangunan Komiditi, Teluk Bharu, Perak.
B. PETUNJUK MEMILIH KELAPA PANDAN: Sekiranya anda ingin membeli anak benih kelapa pandan dan tidak yakin sama ada benih yang dijual itu benih kelapa pandan atau tidak, ada satu petua yang boleh anda lakukan. Patahkan sedikit bahagian hujung akar muda daripada anak pokok yang hendak dibeli. Gentil bahagian akar yang dipatahkan tadi dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk sehingga hancur dan hidu baunya. Sekiranya benih itu benar benih kelapa pandan anda pasti dapat menghidu bau harum daun pandan. Selain bahagian akar, bahagian daun anak pokok benih kelapa pandan juga boleh dilakukan perkara yang sama tetapi biasanya pengusaha tapak semaian tidak membenarkan kerana akan mencacatkan anak benih. Bau harum pandan lebih kuat di bahagian daun berbanding bahagian akar.(sumber: Wawasan Pertanian Bil. 10 Vol.1 Jilid 11)
5. KELAPA MATAGKelapa MATAG ialah kelapa hibrid yang dihasilkan daripada pendebungaan silang Kelapa Rendah Malaya dan Kelapa Tagnanan. Ketinggian pokok MATAG boleh mencapai 15 meter. Daun, bunga dan buahnya berwarna sama ada hijau atau jingga pucat, bergantung kepada jenis pokok induk Kelapa Rendah Malaya. Hasil purata bilangan buah kelapa dan berta kopra adalah lebih tinggi daripada hibrid MAWA.

Kelapa MATAG boleh mengeluarkan antara 25 hingga 30 ribu biji buah setahun sehektar. Buah kelapa yang dihasilkan sesuai untuk pelbagai kegunaan seperti untuk air kelapa muda, pengeluaran santan dan juga untuk kelapa (kopra).

Varieti ini mempunyai ciri-ciri agronomi yang baik seperti pertumbuhan yang 'robust' dan 'vigorous' di ladang. Dengan pengurusan ladang yang baik dan hujan yang mencukupi, kelapa MATAG mula berbunga pada tahun ke 3 dan proses penuaian bolehlah dilakukan pada tahun ke 4.

Kelapa MATAG sesuai ditanam mengikut sistem penanaman tiga segi sama atau 'double hedge row pattern' sekiranya mengutipan hasil dirancangkan secara mekanisasi.Kepadatan optimum yang disyorkan ialah 178-180 pokok sehektar.

Berbanding dengan kelapa MAWA, kelapa MATAG mengeluarkan buah yang lebih besar daripada MAWA walaupun isinya sama tebal. Hasil MATAG pada enam tahun pertama didapati agak rendah sedikit (61-139 biji sepokok) daripada MAWA (75-151 biji sepokok). Walau bagaimanapun, hasil kelapa MATAG meningkat mulai tahun ke tujuh ke atas, iaitu 153 biji sepokok dan boleh mencapai sehingga 161 biji sepokok berbanding dengan 157 biji bagi kelapa MAWA.

Dari segi pengeluaran kopra pula, MATAG mengeluarkan hasil kopra yang rendah pada enam tahun pertama iaitu 12.1 - 36.4 kg. berbanding dengan 16.4 - 33.0 kg. kopra bagi kelapa MAWA. Selepas tahun ke 7 dan ke atas, hasil kopra daripada kelapa MATAG lebih tinggi, iaitu 42.2 kg. berbanding 34.3 kg. kopra daripada kelapa MAWA.

Secara keseluruhannya, kelapa varieti MATAG memberikan hasil buah kelapa yang tinggi dalam jangka masa panjang. Saiz buah MATAG yang besar, bukan sahaja memberi kelebihan dari segi kos mengutip dan mengopek kulit, tetapi juga popular di kalangan pengguna domestik.
KEPERLUAN ASAS TANAMAN KELAPA
Faktor Iklim
Tanaman kelapa tidak sesuai ditanam di kawasan yang kurang hujan atau di kawasan yang mengalami musim kering yang panjang kerana kelapa tidak mempunyai akar tunjang. Tanaman kelapa memerlukan jumlah hujan sebanyak 1300-2300 mm/tahun. Musim kering yang berterusan selama 3 bulan (<50 mm/bulan) tidak sesuai untuk tanaman kelapa. Suhu optimum untuk tanaman kelapa ialah 27-28oC. Kawasan yang terlindung atau sentiasa mendapat tiupan angin kencang juga tidak sesuai untuk tanaman kelapa.
Tanaman kelapa memerlukan sinaran matahari tidak kurang daripada 2,000 jam/tahun dan kelembapan relatif antara 80-90%. Kebanyakan tanaman kelapa ditanam pada ketinggian kurang dari 100 meter daripada aras laut. Tanaman kelapa yang ditanam pada ketinggian melebihi ketinggian 900 meter lambat membesar dan mengeluarkan buah yang kecil dan sedikit.
Faktor Tanah
Kelapa boleh ditanam di kebanyakan jenis tanah. Pada umumnya, tanaman kelapa memerlukan tanah yang rata, bersaliran baik, berprofil dalam, berstruktur lom berpasir dan subur.
Zon Tanaman Kelapa
Di Semenanjung Malaysia, kebanyakan tanaman kelapa ditanam di kawasan pantai di atas tanah berlempung atau berpasir dan sedikit sahaja ditanam di kawasan pendalaman. Di kawasan Pantai Barat, tumpuan tanaman kelapa ialah di Bagan Datuk, Perak; Sabak Bernam, Selangor; Batu Pahat, Muar dan Pontian, Johor. Di Pantai Timur pula, tanaman kelapa tertumpu di Bachok, Kelantan; Kuala Terengganu dan Besut, Terengganu.
PEMILIHAN BUAH KELAPA DAN PENYEMAIAN
Buah yang dipilih mestilah berwarna perang dan cukup matang, bersabut nipis, bebas daripada serangan perosak dan penyakit serta berkocak air di dalamnya. Buah-buah ini perlu disimpan di tempat terlindung daripada cahaya matahari selama dua minggu untuk percambahan yang seragam. Buah-buah kelapa perlu dicambah terlebih dahulu sebelum disemai. Untuk mempercepatkan percambahan, buah kelapa yang dipilih dipotong sedikit bahagian sabut atas (widest hump of the nut) sepanjang 5 cm garis pusat dan lebih kurang 1.0 cm dalam. Biji benih disusun rapat secara mendatar pada jarak 30 cm dalam baris x 30 cm antara baris di dalam petak semaian dengan mendedahkan satu pertiga bahagian kelapa di atas permukaan pasir. Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari bergantung kepada keadaan cuaca. Jangka masa percambahan biji benih mengikut kultivar ialah :
Kelapa Tinggi Malaya
Kelapa Rendah
Kelapa MATAG
Kelapa Pandan
-
-
-
-
10 - 12 minggu
4 - 7 minggu
4 - 6 minggu
4 - 7 minggu
Biji benih yang normal dan cergas dipilih dan dicabut menggunakan cangkul.  Bahagian akarnya dipotong sepanjang 5 cm daripada pangkal sebelum diubah ke polibeg atau tapak semaian ladang.
Semaian menggunakan polibeg
Kaedah ini mempunyai kebaikan seperti kadar pertumbuhan yang lebih cergas dan serata dengan adanya pembajaan, akar tidak rosak semasa menanam di ladang, kerosakan semasa pengangkutan dari tempat semaian di ladang pokok dapat dikurangkan, kadar pertumbuhan akar yang baik dan cepat selepas ditanam dan tiada atau kurang masalah trasplanting shock. Anak benih di dalam polibeg boleh disimpan selama 10 bulan selepas diubah. Campuran tanah yang disyorkan ialah 3 bahagian tanah atas dan 1 bahagian pasir. Bagi setiap polibeg sejumlah 113 gm baja fostat dan 113 gm kapur digunakan. Pemulihan dan penakaian anak benih di dalam polibeg yang tidak subur dibuat empat bulan selepas diubah dan diteruskan sehingga anak benih berumur 8 bulan. Naungan 30% - 50% diberi kepada anak benih semasa proses pengerasan. Anak benih sesuai ditanam di ladang apabila berumur 6-8 bulan. Anak benih yang cergas dicabut dengan berhati-hati selepas menggemburkan tanah di pangkalnya. Semasa mencabut anak benih elakkan daripada memegang bahagian pucuk dan daunnya bagi mengelakkan kecederaan. Jarak susunan polibeg yang disyorkan adalah seperti di bawah:-



Saiz polibeg
Jarak susunan
Jangkamasa disimpan selepas diubah
Jumlah polibeg sehektar
45 cm x 45 cm
45 cm x 45 cm
60 cm x 60 cm x 60 cm
80 cm x 80 cm x 80 cm
6-7 bulan
8-9 bulan
20,000 pokok
18,000 pokok


Semaian di ladang
Untuk tapak semaian di ladang, kawasan yang dipilih hendaklah mempunyai sistem saliran yang baik, tidak ditenggelami air dan berdekatan dengan sumber air. Petak-petak selebar 1.2 m - 1.5 m dengan ketinggian 0.2 m dan panjang mengikut kesesuaian tempat dibuat. Jarak semaian anak benih yang disyorkan ialah 0.5 m x 0.5 m.Anak benih yang berumur 6-8 bulan, normal dan cergas dicabut dengan berhati-hati selepas menggemburkan tanah di pangkalnya. Semasa mencabut anak benih elakkan daripada memegang bahagian pucuk dan daunnya bagi mengelakkan kecederaan. Aktiviti penakaian dijalankan sama seperti penyelasan penakaian anak benih semaian menggunakan polibeg.
Pembersihan tanah
Kawasan yang hendak dimajukan dengan kelapa perlulah kawasan terbuka dan bebas daripada pokok-pokok dan anak pokok kayu yang tidak dikehendaki. Bagi kawasan bekas kelapa tua, sebaik-baiknya pembersihan kawasan dilakukan dengan menggunakan jentolak. Jentolak ini akan menumbangkan, menghancur batang kelapa dan menyusunnya mengikut barisan tertentu. Dengan cara ini proses pereputan dan aktiviti-aktiviti ladang seterusnya dapat dilaksanakan dengan lebih mudah.
Menanam kekacang penutup bumi
Setelah pembersihan kawasan selesai, penanaman tanaman kekacang penutup bumi perlu dijalankan. Penanaman ini bertujuan untuk mengawal hakisan tanah, kehilangan nutrien melalui larut resap, menyuburkan tanah dengan penambahan nitrogen dalam tanah, mengekal kelembapan tanah, memperbaiki struktur tanah dan pengudaraan dalam tanah serta mencegah pertumbuhan rumpai. Campuran jenis kekacang yang sesuai ialah 3 bahagianCalapogonium mucunoides, 2 bahagianPueraria phaseoloidesdan 1 bahagianCeutrosema pubescens. Tanaman kekacang ditanam di kawasan selebar dua meter diantara tiap baris anak benih kelapa. Bagi tanah BRIS disyorkan menanam kekacang jenis Stylosauthes gracillis secara berbaris dengan jarak satu meter ataupun secara berpetak 1.0 meter x 1.0 meter Biji benih kekacang penutup bumi hendaklah yang bermutu tinggi dengan kadar percambahan melebihi 80%. Rawatan dengan air panas bersuhu 75oc (campuran dua bahagian air yang mendidih dengan satu bahagian air sejuk) disyorkan untuk memecahkan kulit biji benih yang keras. Rendamkan biji benih di dalam air panas suam selama 2 jam sebelum ditoskan. Biji benih yang telah dirawat dengan rawatan air panas mesti ditanam pada keesokan harinya.
Pembajaan bagi tanaman kekacang



Umur Tanaman
Jenis Baja
Kuantiti Baja (Kg/Ha)
Semasa menanam (sepanjang laur tanaman)
3-4 minggu
3 bulan
8 bulan
Baja debu fostat asli
12:12:17:2 + TE
Baja debu fostat asli
Baja debu fostat asli
125
63
250
125

Jarak tanaman mengikut sistem tiga segi sama



Jenis Kelapa
Jarak Tanaman
Bilangan Pokok/Ha
Kelapa Tinggi
Kelapa MAWA
Kelapa Rendah
Kelapa Wangi
9 m x 9 m
8 m x 8 m
6 m x 6 m
6 m x 6 m
124
156
278
278

Penanaman di ladang
Saiz lubang tanaman berukuran 0.6m x 0.6m x 0.6m perlu disediakan. Seterusnya 200 gm baja fostat dimasukkan ke dalam lubang dan gaulkan bersama-sama tanah atas. Selepas dua minggu, anak-anak pokok kelapa ditanam ke dalam lubang tersebut. Anak-anak kelapa ini hendaklah terlebih dahulu disiram sebelum ditanam. Aktiviti menanam perlu dirancang supaya dapat bermula pada awal musim hujan. Menanam anak kelapa dijalankan dengan meletak anak pokok ke dalam lubang tanaman dan ditegakkan. Tanah dimasukkan ke dalam lubang dan dipadatkan dengan memijak-mijak di sekeliling pangkal anak kelapa. Elakkan daripada memijak akar pokok.
Pemangkasan
Aktiviti pemangkasan dijalankan secara minima dengan penumpuan kepada pembuangan pelepah-pelepah tua sahaja.
KAWALAN PEROSAK SERANGGA
Serangan yang teruk boleh menyebabkan pokok berbuah kecil, tidakk mengeluarkan buah atau boleh menyebabkan mati. Perosak-perosak serangga yang penting bagi tanaman kelapa adalah seperti berikut:-
  • Kubang Tanduk (Orycetes rhinocerous)
    Warna hitam berstruktur sumbu di atas kepalanya. Menyebabkan kerosakan dengan mengorek ke dalam pucuk dan memakan tisu-tisu lembut kelapa. Apabila pelepak membesar, daun kelapa akan membentuk seakan-akan kipas. Serangan yang teruk menyebabkan air bertakung di dalam lubang yang dikorek. Pucuk akan rebut dan musnah.
    Tindakan:
    Semua batang kelapa yang tumbang / dipotong perlu dipotong kecil-kecil dan bakar (menghapuskan tempat pembiakan kumbang tanduk di ladang). Bagi pokok yang masih kecil, letakkan 1-2 biji 'moth ball', 3-4 butiran racun carbofuran di pelepah muda bagi mengurangkan serangan kumbang tanduk.
  • Kumbang Jalur Merah (Rhynchophorus schach)Mempunyai kepak berwarna hitam, torek berwarna hitam dengan jalur-jalur merah. Larva memakan pucuk sehingga boleh menyebabkan pokok mati.Tindakan:
    Suntik batang kelapa dengan racun monocrotphos / methamidosphos sebanyak 5-10 ml/pokok. Bagi pokok yang masih kecil, letakkan 3-4 butiran carbofuran pada lubang di pucuk pokok bagi membunuh serangga ini.

  • Rama-rama Artona (Artona catoxantha)Berwarna merah perang dan hujung kepak berwarna kuning. Larva memakan daun kelapa daripada bawah dan meninggalkan kesan makan yang berlajur-jalur di atas daun. Daun yang teruk diserang akan kelihatan seperti terbakar.Tindakan:
    Jika serangan berlaku di musim kering, kawal secara suntikan batang dengan racun monocrotophos (azordin) atau metamidophos (tamaron) pada kadar 5-10 m/pokok (sebelum larva membentuk pupa). Hujan lebat semasa serangan berlaku mengawal perosak ini menjatuhkan larva ke tanah.

  • Ulat Beluncas (Setora nitens)Berwarna perang dan bertelur di bawah daun kelapa. Larva memakan daun daripada tepi ataupun tengah sehingga tembus dan meninggalkan bergerigi pada daun.Tindakan:
    Kawal secara suntikan batang racun monocrotophos atau metamidophos pada 5-10 ml/pokok.

  • Rama-rama Haidari (Hidari irava)
    Berwarna perang dengan empat titik kuning di tengah-tengah kepak. Larva hidup di bawah lipatan daun kelapa dan memakan daun daripada atas ke bawah dengan tanda daun tingga lidi.
    Tindakan:
    Tiada kawalan kimia disyorkan bagi perosak ini.
  • Kumbang Plesispa (Plesispa reichei)Berbadan leper dan berwarna coklat tua. Larva berwarna kuning. Dewasa dan larva memakan permukaan daun menyebabkan daun-daun sedikit bergulung. Terdapat tompok-tompok bekas makan di atas daun. Serangan pada anak benih boleh menyebabkan pokok terencat.Tindakan:
    Tiada kawalan kimia disyorkan bagi perosak ini.

  • Kumbang Tandok (Oryctes rhinoceros, L)Sila lihat ulasan mengenai kumbang tandok di sini (klik) !
JENIS PENYAKIT KELAPA :
  • Bintik-bintik Daun:
    Jarangkan anak benih di tapak semaian. Jika perlu, disyorkan semburan dengan racun kulat Captan pada kadar 0.2% bahan aktif.
  • Hawa Bebenang Putih
    Jaga kebersihan dan pengaliran air yang baik di tapak semaian. Musnahkan anak benih yang teruk diserang.
  • Lagi Penyakit-penyakit Kelapa
    Sila klik di sini untuk maklumat seterusnya!

KEMATANGAN BUAH
Bagi semua jenis kelapa, buah matang dalam masa 14 bulan selepas seludang pecah. Buah yang matang boleh dikenali dengan perubahan warna kulit daripada warna hijau kepada warna keperangan dan terdengar bunyi kocakan air apabila buah digoncang. Di ladang-ladang, kutipan hasil dibuat 45 hari sekali iaitu 8 kali setahun, kerana jika kutipan dibuat 60 hari sekali didapati banyak buah yang telah gugur.
Kelapa jenis rendah mula berbuah 4 tahun dan kelapa jenis tinggi 6 tahun selepas menanam dan jika dijaga dengan sempurna akan berbuah sehingga berumur 60 tahun atau lebih. Kelapa jenis MAWA pula mulai berbuah selepas 3 1/2 tahun.
PENGENDALIAN PASCA TUAI
Pengendalian di rumah pembungkusan:

Buah kelapa dikutip dan dihimpun di ladang dan dihantar ke rumah pembungkusan untuk digredkan. Buah kelapa digredkan kepada Gred A, AB, ABC, ABCD / LONG dan Kelapa Belah berdasarkan lilitan buah seperti berikut:-
Gred
Lilitan (cm)
Harga (sen)
A
AB
ABC
ABCD /LONG
Kelapa Belah
Lebih 45 cm
40-45 cm
35-40 cm
30-35 cm
26
24
22
16
14
Pembungkusan dan pengangkutan hasil
Buah-buah kelapa tidak dirawat atau dibungkus selepas dikutip. Buah-buah kelapa tua diangkut dengan lori. Tandan kelapa muda juga diangkut dengan lori tanpa pembungkusan.
Pusat Komoditi Teluk Bharu- Pengeluar Benih Kelapa Pandan di Perak
Stesen Pembangunan Komoditi Teluk Bharu yang ditubuhkan pada tahun 1965 dengan keluasan 80 hektar mempunyai germplasma kelapa Matag, Mawa, Maren, Tagnanan, West African Tall, Renell, Rambai, Manis, Macapuno dan pelbagai asessi Malayan Tall. Terdapat blok Kelapa Pandan seluas 15.25 ha. dengan bilangan 3,500 pokok yang digunakan untuk pengeluaran benih. Stesen ini mengeluarkan benih Kelapa Pandan diantara 15,000 hingga 30,000 anak pokok setahun bagi menampung keperluan seluruh Malaysia khususnya projek kelapa Jabatan Pertanian.
Anak benih berumur lebih 120 hari yang telah lulus peringkat penakaian sedia untuk edaran dan dijual dengan harga RM4.00 sepokok. Untuk tempatan, sila hubungi
Ketua Stesen,
Pusat Pembangunan Komoditi Teluk Bharu,
36400 Hutan Melintang.
Tel: 605-6421100.

KEBUN KELAPA PANDAN

Kelapa Pandan (Cocos nucifera) merupakan satu tanaman saka dari keluarga ARECACEAE yang diusahakan untuk tujuan minuman air kelapa segar di Malaysia. Kelapa Pandan ini dipercayai berasal daripada negara Thailand dimana ianya diusahakan kebanyakkan di kawasan tanah rendah seperti di kawasan sawah padi dan tanaman dusun campuran dinegara tersebut. Saya baru sahaja melawat satu ladang kelapa pandan yang luas di Jasin, Melaka iaitu seluas lebih kurang 40 ekar. Kebun tersebut dimiliki oleh Encik Ah Tee telah berumur 10 tahun dan dikelilingi dengan ladang getah dan kelapa sawit serta tiada kampong atau ladang kelapa lain yang berdekatan (Jalan masuk kekebunya hampir 64 km dari Bandar Jasin dan 2.5 km masuk jalan kebun - 20 minit dengan 4WD) . Kebun terasing ini adalah penting untuk mempastikan tidak ada pokok kelapa varieti lain berdekatan yang akan menyebabkan berlaku pedebungaan silang atau kacuk mengakibatkan kelapa dihasilkan nanti adalah Kelapa Pandan Tulin. Artikel kali ini saya menulis teknologi penanaman kelapa pandan yang dilaksanakan oleh Mr Ah Tee.
Jarak tanaman ditanam 20 kaki x 20 kaki dan menurut Ah Tee (Gambar sebelah) dia berminat untuk memperluaskan tanaman kelapa pandan dengan membuka kawasan baru nanti dan akan menanam dengan jarak lebih jauh sekitar 23 kaki x 23 kaki. Ini kerana jarak tanaman sekarang terlalu rapat apabila pokok berumur 10 tahun dan menjejaskan sinaran matahari. Kawasan ini ditanam dengan tembikai dan labu semasa peringkat awal penanaman selama 4 tahun. Pemerhatian saya mendapati pertumbuhan pokok adalah seragam dan subur. Ah Tee mengamalkan Amalan Pertanian Baik (GAP) dimana tiada sebarang racun serangga atau racun kulat yang digunakan di ladang beliau. Rumput di urus dengan mesin'Rotor Slasher' dan 'Power Ripper' dimana tiada racun rumpai digunakan sejak 5 tahun dulu. Ini penting untuk menjamin air kelapa dari kebun beliau tiada kesan sisabaki racun kerana ianya untuk minuman. Pokok kelapa adalah sensitif dengan sebarang racun kerana mempunyai akar serabut yang cepat menyerap racun dan mengalirkannya kebahagian lain pokok.
Terdapat 15 haif Lebah Keran (Apis cerana) yang disusun di bahagian tengah antara pokok kelapa dalam kebun bertujuan untuk meningkatkan proses pendebungaan. Ah Tee mendakwa lebah tersebut telah meningkatkan kadar pendebungaan kelapa pandan sebanyak 60% berbanding dengan sebelum dimasukkan lebah 2 tahun dulu. Lebah tersebut disusun di atas bakul buah atau tiang kayu yang juga kurang diberi perhatian atau diurus seperti teknologi pemeliharaan lebah yang saya ajar penternak lebah di Muar dan Parit Botak(Saya terlibat dengan teknologi penternakan lebah madu hampir 11 tahun). Kutipan madu bagaimana pun lingkungan 8-10 kilogram setiap bulan walau pun pengurusan haif lebah pada tahap minima. Saya dapati sumber nektar mencukupi terutama pada musim kering. Madu dijual dengan harga RM 10.00 – RM 15.00 satu botol 250 -300 ml. Madu dari nektar kelapa mempunyai aroma dan kadar kamanisan yang sangat baik.
Teknologi Pembajaan Kelapa Pandan mnggunakan dikebun ini menggunakan sejenis baja impot(Jenis Yara Mila) yang mana ianya mengandungi NPK 12:11:18S:3 MgO + 85 + TE dan sangat berkesan untuk kesuburan pokok kelapa pandan. Baja Yara Mila diimpot dan diedar oleh sebuah syarikat di Tangkak, Muar, Johor. Baja sebatian SOP juga digunakan (NPK15:10:20:2 TE) yang di tabur sebanyak 4 kali setahun pada kadar 200 gram sepokok. Bagi mempastikan kualiti hasil kelapa seperti dikehendaki iaitu ujudnya kualiti 'Bau Pandan' dan 'Rasa Manis', maka teknologi bubuh Garam Makan/Masin di tabur sebanyak 1-2 kg sepokok sebanyak 4 kali setahun. Baja organik tahi ayam proses juga ditabur sebanyak 300-400 gm sepokok sebanyak 3 kali setahun. Kaedah pembajaan ini sesuai untuk umur pokok 10 tahun dan diberikan di keliling pangkal kanopi pokok. Perlu difahami yang pokok kelapa pandan memerlukan baja organik yang banyak untuk menjamin kesuburan pokok.
Penuaian Kelapa Pandanyang hendak di petik dipilih dari tandan yang paling bawah dimana terletak pada kedudukan selari dengan tandan buah diatasnya apabila saiz buah itu sebesar  gengaman tangan. Buah di petik menggunakan sabit dengan galah aluminium yang tajam. Dengan ketinggian sekarang antara 15-20 kaki satu teknik baru di praktikkan di kebun ini. Sebelum memetik hasil pekerja akan memotong satu pelepah daun tua dahulu. Pelepah tersebut akan dijadikan 'laluan turun' bagi tandan buah yang dipotong dengan jatuh melorot dan sampai ketanah agar tidak rosak atau pecah. Kaedah menggunakan tangga dan tali kini sudah tidak praktikal lagi untuk memetik tandan kelapa pandan dikebun Ah Tee kerana lambat dan kurang praktikal.
Buah yang dipetik akan di kumpulkan, di periksa dan digredkan mengikut saiz (70-80% mempunyai saiz seragam). Keseragaman buah amat tinggi dikebun ini kerana teknologi penggunaan baja dan amalan kebersihan kebun sangat baik. Kajian Ah Tee mendapati hasil pengeluaran buah kelapa pandan ada waktu rehat iaitu selama 2 bulan setiap tahun atau dikatakan musim lawas. Penghasilan dari kebun ini dilaporkan sekitar 65,000 - 70,000 biji kelapa muda sebulan dan kelapa tersebut dijual kepada FAMA (30%) dan Pasar Borong Melaka(70%). Harga purata jualan ladang kelapa pandan Ah Tee ialah RM 1.00 sebiji jika datang ambil di kebun dan RM 1.30 sebiji jika dihantar ke Melaka atau Tangkak, Johor. Kekerapan memetik buah 2-3 kali seminggu ikut jadual biasa dan ditambah jika ada tempahan khusus dari pembeli atau pemborong.
Kebun dijaga bersih dan tiada racun digunakan di kebun kelapa pandan ini.
Keluasan kebun kelapa 40 ekar ini cuma perlukan 3 orang pekerja (Pekerja asing - Indon) sahaja untuk mengurus kebun dan dakwa Ah Tee tanaman ini hampir 2-3 kali ganda lebih untung dari tanaman kelapa sawit. Purata pendapatan kasar bulanan antara RM 60,000 - RM 70,000 sebulan. Kebanyakkan kelapa pandan ini digunakan untuk air minuman kelapa segar dan dijual runcit pada harga RM 4.00 - RM 5.00 sebiji di restoran biasa. Harga kelapa pandan yang di kupas kulit akan mencapai sehingga RM 7.00- RM 10.00 sebiji jika di jual dalam hotel dan Kompleks Perniagaan. Menurut Ah Tee penjual air kelapa di pasar malam atau ditepi jalan cuma menggunakan sebanyak 10 biji kelapa pandan yang dikopek kemudian dimasukkan kedalam tong air dan yang banyak ialah air gula dan ais! Tetapi saya terjumpa penjual di pasar malam ada yang menggunakan air kelapa dari Varieti Kelapa Tinggi (Malaysian Tall) atau Varieti Kelapa Matag dan dibubuh 'perasa pandan' ... jangan tertipu!.. Dah haus sedap juga.
Teknologi tanaman kelapa pandan memang telah ada di Jabatan Pertanian dan pengusaha swasta. Saya juga telah menjumpai ramai petani yang gagal menjadi usahawan kelapa pandan seperti Mr Tan (Di Kahang, Kluang, Johor), En Yusop (Di Endau, Mersing), En Tham (di Desaru, Kota Tinggi) dan ramai lagi. Antara punca kegagalan penanaman kelapa pandan ialah kerana kerosakan tanaman oleh serangan musuh (Kumbang Tanduk, Nematod, Ulat Makan Daun) dan binatang liar (Babi Hutan, Lembu, Kambing) pada 2 tahun pertama penanaman. Punca benih sah terjamin juga menjadi satu masaalah dimana setelah pokok berbuah bukan semua menjadi kelapa pandan. Kelapa pandan perlu ditanam secara terasing di Malaysia dan kawasan tersebut kebanyakanya ditepi hutan atau dikelilingi ladang getah atau sawit yang terasing untuk menjamin tidak berlaku 'cross-pollination'.

MATUR SEMBAH NUWUN : ekowsystem@yahoo.com / gayabatam@yahoo.com